Everyday I tell myself that your not longer a big part of me. Sometimes I really believe it, sometimes I actually think that you don't mean a god damn thing to me. Every time that thought appears I feel relieved, I feel less vulnerable, it feels like you can't affect me anymore. I've repeated this thought so many times that I've almost made it true. At the same time it makes me so freaking scared of moving forward, cause what happens when you stop loving someone? What happens when you someday wake up and realize that this person actually doesn't mean anything to you? How can you manage to go from 1000 to 0. Cause that day will eventually come. The only thing you have left is the beautiful memories that you hopefully will carry with you your whole life. But I'm so afraid of that day coming, because I don't want it to. I don't want it to happen because I want to love. Love you. Love, Arf
Yesterday, September 23th was Cynthia's birthday. She finally got her 17 years old. Dan gak segampangnya saya melewatkan momen sekali setaun itu. Yap! Bersama Dherta, Irfan dan Mas Satya kita kasih kejutan buat dia. Dan saya pikir, ini bener-bener unpredictable surprise! Haaha. Kita datang pagi-pagi jam 7, bawa tepung, bubuk kpi, air, dan roti serta kado spesial yang Cynthia gak pernah bayangin sebelumnya.... AYAM! Hahahaha
Ini dia beberapa foto-foto kemarin
Can’t breathe. What’s wrong? I open my eyes. My chest is tight. There’s a lump in my throat. My breath is caught. My eyelids are heavy. What’s wrong?
Something’s changed.
I’m single.
Sucking hole in my chest. It’s tiny. But it hurts.
I wish I could speak French. I would board a plane to Paris, and see the world. As a free man, I can now do what free men do. Maybe I could then write in French. Maybe they’ll have the words to describe how this feels.
I am scared. My breath is caught again with fear and anticipation, excitement and trepidation. Thoughts of new loves or maybe even old loves renewed.
No. I will not think of her today. I will not.
But she is fading away. Should I not savour the last embers of her that remain- before she, and all her beauty and beautiful flaws, and her giggles and cuteness, before they are lost forever to the passing of time? Because of her, things will never be the same again.
And I am now so acutely aware that I am only me, singular, and I need to get to know me again. I haven’t really been me for 2 years now.
Things are different now. No other eyes are as captivating. No other smile is as contagious.
No one else’s words are as reassuring. No other arms are as comforting. I don’t long to hear any other voice on the other side of the phone. I don’t get butterflies at the thought of anyone else. Things are different now. When another walks by, I no longer give a second look. It’s like no one else exists; no one but you. They say that “love is blind;” and if anything, I’m only blind to everyone else. No one can measure up to you. They always fall short. Things are different now. Seeing through the eyes of love is like seeing under a microscope. I see things in you that I could never see in others, with my old eyes naked of love. Each little quirk, story, and moment with you are like the cells that make you who you are to me. The more I know you, discover things about you, the deeper I fall, captivated by the simplistic nature of who you are. It’s as though I’ve discovered something for the very first time, and now that I know of its existence I can’t imagine a world without. Things are different now. As I learn about you, I am also learning about myself. I’ve never felt like I quite belonged in this world until now. Until I had someone to walk beside me, encourage me, dream with me. Things are different now. I smile at the thought of you. I cry at the thought of being away from you. I fear, always have and always will, but with you it’s a different fear. It isn’t so much a fear of you causing harm, but a fear of losing you to the unknown. Things are different now. I let my guard down. Give you a straight shot to my heart and all that I am. I trust you. Something that is not easy for me to do. Things are different now. I love this difference: the joy, the anxiousness, and the longing. I hate this difference: the unknown, the risks, and the doubt. Things are different now. Please, be careful. I never thought this would happen. I had given up hope. But here you are…my hope in love, in true happiness, in the future. Things are different now. Thank you.
Rahayu (35), manager marketing di sebuah perusahaan pengembang properti di Jakarta, selalu menghindari makan malam. Dalihnya sedang berdiet. Ia tak mau tubuhnya kegemukan hanya karena makan malam. Kebiasaan menghindari makan malam juga dilakukan banyak wanita lain. Tepatkah apa yang mereka lakukan?
“Saya tidak setuju jika dengan alasan diet seseorang menghindari makan malam. Sebaiknya, makan dilakukan tiga kali sehari yakni pagi, siang, dan malam,” kata Ahli Gizi yang juga Dosen Klinis di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Alma Ata Yogyakarta, Esti Nurwanti, S.Gz Dietisien.
Untuk penderita diabetes sekalipun, sebaiknya tetap makan malam. Hal ini untuk menghindari terjadinya hipoglikemia (penurunan kadar gula darah).
Hanya saja ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika makan malam. “Sebaiknya tetap makan teratur, termasuk makan malam. Hanya saja jangan makan terlalu malam, sebaiknya sebelum pukul 19.00 WIB,” jelas Nutrisionist dari UGM ini.
Porsinya pun perlu diperhatikan. Untuk sarapan pagi porsinya bisa 30 persen dari kebutuhan (rata-rata kebutuhan orang 2.000 kalori), makan siang lebih banyak sedikit sekitar 40 persen, dan makan malam hanya 30 persen. Pembagian porsi tersebut harus memperhitungkan kalori yang masuk dari konsumsi snack pada pukul 10.00 dan 14.00 WIB.
Selain memerhatikan porsi makan, lanjut Esti, juga perlu melihat jenis makanannya. Sebab, bisa saja seseorang makan dengan porsi kecil tapi kandungan kalorinya melebihi 500 kalori.
“Mengingat faktor penyerapan, maka saat makan malam hendaknya hindari makanan tinggi lemak. Makan malam sebaiknya lebih banyak ke serat dan antioksidan, sehingga kalorinya tidak terlalu tinggi,” jelasnya.
Makanan sehat itu bisa berupa nasi, sayur, dan ikan. Kenapa ikan, karena lemaknya baik untuk kesehatan tubuh. Minum susu juga tidak masalah, apalagi sekarang banyak susu low fat. Terlebih ada orang yang gampang tidur setelah minum susu.
Jadi, jelas Esti, boleh-boleh saja berdiet. Namun jangan tinggalkan makan malam, tinggal atur porsinya dan pilih jenis makanan. “Untuk pola diet sendiri masing-masing orang berbeda efeknya. Memang ada beberapa orang yang meninggalkan makan malam lalu berhasil menurunkan berat badan, tapi ada juga yang nggak berhasil,” katanya.
Hal itu harus dilihat dari metabolismenya juga. Orang dengan riwayat gemuk sebelumnya lebih cenderung susah untuk menurunkan berat badan selanjutnya.
“Jika memang harus diet, sebaiknya kurangi kalori dari kebutuhan normal. Kalau kebutuhan normalnya 2.000 kalori, kurangi saja 500 kalori. Jadi sehari cukup konsumsi 1.500 kalori,” katanya.
Pengurangan ini membuat porsi makan pagi, siang dan malam jadi lebih kecil, atau pilih jenis makanan yang berkalori rendah.
Yang perlu dipertimbangkan juga bahan makanan yang menyumbangkan energi. Misalkan makanan yang digoreng, dari minyaknya saja sudah menyumbang 45 kalori.
“Oleh karena itu, bagi mereka yang berdiet bisa memilih makanan yang cara memasaknya tidak menambah jumlah kalori lagi,” katanya. Yakni makanan yang tidak goreng, tapi bisa dikukus atau direbus.
Saya pernah membaca artikel menarik tentang teknik berburu monyet di hutan-hutan Afrika. Caranya begitu unik. Sebab, teknik itu memungkinkan is pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup-hidup tanpa cedera sedikitpun. Maklum, ordernya memang begitu. Sebab, monyet-monyet itu akan digunakan sebagai hewan percobaan atau binatang sirkus di Amerika.
Cara menangkapnya sederhana saja. Sang pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang Dan sempit. Toples itu diisi kacang yang telah diberi aroma. Tujuannya,agar mengundang monyet-monyet datang. Setelah diisi kacang, toples-toples itu ditanam dalam tanah dengan menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup.
Para pemburu melakukannya di sore Hari. Besoknya, mereka tingal meringkus monyet-monyet yang tangannya terjebak di dalam botol tak bisa dikeluarkan. Kok, bisa?
Tentu Kita sudah tahu jawabnya. Monyet-monyet itu tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples. Mereka mengamati lalu memasukkan tangan untuk mengambil kacang-kacang yang Ada di dalam. Tapi karena menggenggam kacang, monyet-monyet itu tidak bisa menarik keluar tangannya. Selama mempertahankan kacang-kacang itu, selama itu pula mereka terjebak. Toples itu terlalu berat untuk diangkat. Jadi, monyet-monyet itu tidak akan dapat pergi ke mana-mana!
Mungkin Kita akan tertawa melihat tingkah bodoh monyet-monyet itu. Tapi, tanpa sadar sebenamya Kita mungkin sedang menertawakan diri sendiri. Ya, kadang Kita bersikap seperti monyet-monyet itu. Kita mengenggam erat setiap permasalahan yang Kita miliki layaknya monyet mengenggam kacang.
Kita sering mendendam, tak mudah memberi maaf, tak mudah melepaskan maaf. Mulut mungkin berkata ikhlas, tapi bara amarah masih Ada di dalam dada. Kita tak pernah bisa melepasnya.
Bahkan, Kita bertindak begitu bodoh, membawa “toples-toples” itu ke mana pun Kita pergi. Dengan beban berat itu, Kita berusaha untuk terus berjalan. Tanpa sadar, Kita sebenamya sedang terperangkap penyakit hati yang akut.
Teman, sebenarnya monyet-monyet itu bisa selamat jika mau membuka genggaman tangannya.
Dan, Kita pun akan selamat dari penyakit hati jika sebelum tidur Kita mau melepas semua “rasa tidak enak” terhadap siapapun yang berinteraksi dengan Kita.
Dengan begitu Kita akan mendapati Hari esok begitu cerah Dan menghadapinya dengan senyum. Dan, Kita pun tahu surga itu diperuntukkan bagi orang-orang yang hatinya bersih.
Jadi, kenapa tetap Kita genggam juga perasan tidak enak itu?
These, what I called FRIENDS of Socials! Haha there was no lesson at that time, and we're socials will never waste that precious time in vanity. So, yeah! We took photos, they are a lot! And here are some photos we took in the free time.